Besaran Pajak UKM Bakal Dikaji Kembali


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktorat Jenderal Pajak berencana mengkaji kembali besaran Pajak Penghasilan (PPh) badan usaha. Hal tersebut menanggapi usulan Syarief Hasan, Menteri Koperasi dan UKM terkait pajak yang dibebankan terhadap UMKM.


Dicky Hertanto, Kepala Kantor Wilayah Pajak Jakarta Pusat, mengatakan besaran pajak UMKM akan ditentukan oleh Kementerian Koperasi dan UKM.


"Kami bertindak sebagai regulator. Besaran pajak bisa didiskusikan secara bersama," ujarnya, Selasa (12/2/2013).


Seperti diberitakan sebelumnya, Menteri Koperasi dan UKM Syarif Hasan menegaskan menolak rencana pengenaan pajak terhadap UKM dengan omzet di bawah Rp 300 juta per tahun. Pihaknya terus melakukan lobi dengan Menteri Keuangan Agus Martowardojo.


"Kalau badan usaha yang omzetnya di bawah Rp 300 juta, pajaknya harus 0 persen,," katanya. Sedangkan, untuk UKM beromzet di atas Rp 300 juta beban pajak yang ideal dikenakan sebesar 1 persen.


Sebagai informasi, Kementerian Keuangan sepertinya belum merubah keputusannya soal besaran pajak. Sebab, undang-undang menyebutkan setiap penghasilan di atas Pendapatan Tidak Kena Pajak (PTKP) harus bayar pajak.


Sejauh ini pemerintah masih mengkaji desain pajak tersebut. Sementara untuk UKM yang beromzet di atas Rp 300 juta hingga Rp 4,8 miliar, rencana pengenaan pajaknya kini hanya menjadi 2 persen dari usulan sebelumnya yang sebesar 3 persen dari omzet.


Besaran pengenaan pajak UKM berdasarkan omzet dikarenakan sistem pembukuan UKM masih tidak rapi, sehingga untuk menetapkan pajak berdasarkan keuntungan sangat sulit.



You're reading an article about
Besaran Pajak UKM Bakal Dikaji Kembali
This article
Besaran Pajak UKM Bakal Dikaji Kembali
can be opened in url
http://beritakasiterit.blogspot.com/2013/02/besaran-pajak-ukm-bakal-dikaji-kembali.html
Besaran Pajak UKM Bakal Dikaji Kembali

Title Post: Besaran Pajak UKM Bakal Dikaji Kembali
Rating: 100% based on 99998 ratings. 5 user reviews.
Author: Berita kasiterit

Thanks for visiting the blog, If any criticism and suggestions please leave a comment

0 komentar:

Posting Komentar