Dewan Tinju Dunia Peringatkan Indonesia


JAKARTA – Insiden meninggalnya petinju kembali menghampiri olahraga tinju di Indonesia. Tak heran, presiden Dewan Tinju Dunia Don Jose Sulaiman meminta kepada pemerintah Indonesia untuk memperbaiki keamanan bagi para petinjunya.
 
Diketahui, Tubagus Setia Sakti merupakan petinju terakhir yang harus meninggal dunia setelah menelan kekalahan TKO pada ronde ke-8, dalam Kejuaraan Nasional ad-interim kelas terbang versi Komisi Tinju Profesional Indonesia.
 
Dilaporkan pelatih Tubagus, Misyanto, menyalahkan wasit yang tidak menghentikan pertarungan tersebut. Padahal, petinju yang baru berusia 17 tahun itu sudah mengangkat tangan tanda tidak mampu melanjutkan pertarungan.
 
“Mengingat banyaknya petinju Indonesia yang mengalami kecelakaan saat bertinju, kami harus meminta kepada semua negara untuk tidak mengijinkan petinjunya bertarung di Indonesia, hingga metode baru keadaan darurat, dokter, dan ofisial sudah mapan,” kata Sulaiman.
 
“Kami juga harus memberikan peringatan kepada pemerintah Indonesia yang sudah berjanji, mereka belum memenuhinya,” sambung Sulaiman, kepada Boxing Scene, Selasa (12/2/2013).
 
Orang nomor satu di WBC ini mengatakan petinju Indonesia telah meninggal karena mereka "Tidak diperiksa secara medis a sebelum pertarungan atau wasit membiarkan mereka saling tukar pukulan satu sama lain sampai mati tanpa henti perkelahian ketika petinju terluka parah
 
“Salah satu masalah utamanya adalah, wasit tidak belum berjarak lebih dari 20 inci dari para petinju ketika bertarung di sudut ring. Hal ini bisa menghindari petinju dari kematian,” tandasnya.
(hmr)





You're reading an article about
Dewan Tinju Dunia Peringatkan Indonesia
This article
Dewan Tinju Dunia Peringatkan Indonesia
can be opened in url
http://beritakasiterit.blogspot.com/2013/02/dewan-tinju-dunia-peringatkan-indonesia.html
Dewan Tinju Dunia Peringatkan Indonesia

Title Post: Dewan Tinju Dunia Peringatkan Indonesia
Rating: 100% based on 99998 ratings. 5 user reviews.
Author: Berita kasiterit

Thanks for visiting the blog, If any criticism and suggestions please leave a comment

0 komentar:

Posting Komentar