Peringatan Aquino untuk Sultan Jamalul Kiram III



Presiden Filipina, Benigno Aquino

Presiden Benigno Aquino mengatakan siap untuk menggunakan kekuatan hukum secara penuh.




Presiden Filipina, Benigno Aquino, memperingatkan seorang pemimpin kesultanan untuk mengakhiri upaya pendukungnya yang bersenjata dalam menduduki negara bagian Sabah, Malaysia.


Dalam pidato di televisi, Presiden Aquino mengatakan Sultan Jamalul Kiram III akan menghadapi 'kekuatan hukum penuh' jika pendukungnya tidak meninggalkan Lahad Datu.


Sekitar 180 orang mendarat di Lahad Datu
Klik

pada
Klik

pertengahan Februari dengan tujuan menguasai kawasan
yang berdasarkan sejarah merupakan wilayah Kesultanan Sulu.


"Jika Anda tidak memilih untuk bekerja sama, kekutan penuh hukum negara akan digunakan untuk mencapai keadilan bagi semua orang yang berada dalam jalan yang berbahaya," seperti dinyatakan Presiden Aquino.


"Situasi ini tidak bisa bertahan. Jika Anda memang pemimpin yang sebenarnya dari rakyat Anda, Anda seharusnya bersama kami dalam memerintahkan pendukungmu untuk pulang dengan damai."







"Jika polisi Malaysia menggunakan senjata, maka kami harus mempertahankan diri."








Aquino menambahkan bahwa penyelidikan juga akan digelar sehubungan dengan apakah ada undang-undang yang dilanggar dalam tindakan yang disebutnya 'bodoh'.


Para pendukung Sultan Jamalul Kiram III mendarat di negara bagian Sabah itu dengan menggunakan perahu motor dan 30 di antaranya bersenjata.


Kepolisian
Klik

Malaysia
mengepung kemah yang mereka dirikan dan meminta agar para pendatang meninggalkan tempat itu namun ditolak.



Seorang saudara Sultan, Agbinuddin Kiram -yang ikut dalam kelompok pendatang tersebut- mengatakan mereka tidak melanggar undang-undang apapun karena Sabah dimiliki oleh Kesultanan Sulu.



Sultan Jamalul Kiram III

Pendatang di Sabah adalah pendukung Sultan Sulu, Jamalul Kiram III.




"Kami tidak menyerang tempat ini karema milik kami," tuturnya kepada kantor berita AP.


"Jika polisi Malaysia menggunakan senjata, maka kami harus mempertahankan diri."


Pemerintah Malaysia dan
Klik

Filipina
sudah sepakat untuk mengakhiri masalah ini dengan damai.


Filipina mengirimkan kapal Angkatan Lautnya yang membawa makanan dan pasokan obat serta pekerja sosial maupun pemimin Muslim untuk membujuk para pendukung Sultan meninggalkan Lahad Datu.


Negara bagian Sabah memiliki perbatasan laut dengan Filipina Selatan, yang memiliki sejumlah kelompok militan.


Di masa lalu, Sabah merupakan bagian dari Kesultanan Sulu, yang menjangkau beberapa kawasan Filipina Selatan termasuk Borneo, sebelum diserahkan kepada Inggris pada tahun 1880-an.


Tahun 1963, Sabah menjadi bagian dari Malaysia, yang masih membayar sewa tahunan sebagai perlambang kepada Kesultanan Sulu.


You're reading an article about
Peringatan Aquino untuk Sultan Jamalul Kiram III
This article
Peringatan Aquino untuk Sultan Jamalul Kiram III
can be opened in url
http://beritakasiterit.blogspot.com/2013/02/peringatan-aquino-untuk-sultan-jamalul.html
Peringatan Aquino untuk Sultan Jamalul Kiram III

Title Post: Peringatan Aquino untuk Sultan Jamalul Kiram III
Rating: 100% based on 99998 ratings. 5 user reviews.
Author: Berita kasiterit

Thanks for visiting the blog, If any criticism and suggestions please leave a comment

0 komentar:

Posting Komentar