Temui OJK, Dirut Bakrie Antisipasi RUPS Bumi Plc  


TEMPO.CO, Jakarta - Grup Bakrie mulai mencari bantuan sebagai antisipasi hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan digelar oleh Bumi Plc pada 21 Februari mendatang.



Seperti diketahui, RUPSLB Bumi Plc digagas oleh Nathaniel Rothschild untuk merombak jajaran direksi di perseroan tersebut. Apabila usulan Rothschild tersebut disepakati oleh para pemegang saham, dipastikan akan terdapat perubahan pengendali di tubuh perseroan. Hal inilah yang dikhawatirkan oleh Grup Bakrie.



Direktur Utama PT Bumi Resources, Ari Hudaya, hari ini menyambangi kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk berkonsultasi soal hal ini. "Kalau sampai ada perubahan pengendalian, berarti kan harus dilihat dengan peraturan di sini, bagaimana nanti statusnya?" ujar dia ketika dijumpai di kantor OJK, Senin, 18 Februari 2013.



Ari menjelaskan, Grup Bakrie memiliki perjanjian dengan Bumi Plc bahwa mereka memiliki hak untuk menunjuk presiden direktur, CEO, dan CFO dalam mengelola PT Bumi Resources. Apabila terjadi perubahan pengendali di Bumi Plc, dikhawatirkan berdampak langsung pada Bumi Resources.



Apalagi dengan menangnya Rotshchild, upaya pelepasan Grup Bakrie dari tubuh Bumi Plc juga terancam bisa digagalkan. "Kalau itu dicabut dan hak hilang, Bakrie tidak bisa kontrol lagi oleh Bumi Resources," kata Ari. Apabila Bakrie kehilangan kontrol, status kontrak pertambangan atau PKP2B yang dimiliki saat ini bakal terpengaruh.



Agar hal itu tak terjadi, menurut dia, terdapat satu pilihan kebijakan yang bisa dilakukan pemerintah untuk membantu. Kebijakan itu adalah OJK meminta agar dilakukan mandatory tender offer (MTO) pada saham Bumi Resources.



"Ini ada dalam aturan OJK upaya mandatory tender offer," kata Ari. Mandatory tender offer ini adalah proses ketika pemegang saham diminta untuk menjual kepemilikan saham kepada pemegang saham lain dengan harga yang telah ditentukan.



Proses ini, katanya, tidak perlu dilakukan apabila tidak ada perubahan direksi di Bumi Plc, dan proses pelepasan Grup Bakrie tetap bisa dilanjutkan sesuai rencana.



Soal mandatary tender offer ini pernah dibicarakan oleh juru bicara Grup Bakrie, Christopher Fong. Fong menjelaskan, apabila ada perubahan manajemen Bumi Plc, manajemen yang baru wajib melakukan penawaran tender pengalihan kepemilikan saham (tender offer) atas sisa saham yang tersisa di publik untuk Bumi Resources sebesar 71 persen.



Dengan mandatory tender offer ini, Bumi Plc berisiko membayar saham sesuai dengan harga saham Bumi Resources pada saat pertama membentuk Bumi Plc, yaitu Rp 2.500 per lembar saham atau senilai US$ 4 miliar. Belum lagi Bumi Plc juga harus melunasi utang-utang Bumi Resources sebesar US$ 4 miliar. Jadi jumlah dana yang harus dikeluarkan oleh Bumi Plc mencapai US$ 8 miliar.



GUSTIDHA BUDIARTIE



Berita Terpopuler Lainnya


Pengakuan Kolega Maharani Suciyono: 60 Juta/Bulan!


Wawancara Mucikari Ayam Kampus


Tujuh Partai Bergabung dengan PAN


Isak Tangis Warnai Ulang Tahun Raffi Ahmad


Sebab Meteor Rusia Tak Terdeteksi


Anas : Pidato SBY Sudah Jelas Top



You're reading an article about
Temui OJK, Dirut Bakrie Antisipasi RUPS Bumi Plc  
This article
Temui OJK, Dirut Bakrie Antisipasi RUPS Bumi Plc  
can be opened in url
http://beritakasiterit.blogspot.com/2013/02/temui-ojk-dirut-bakrie-antisipasi-rups.html
Temui OJK, Dirut Bakrie Antisipasi RUPS Bumi Plc  

Title Post: Temui OJK, Dirut Bakrie Antisipasi RUPS Bumi Plc  
Rating: 100% based on 99998 ratings. 5 user reviews.
Author: Berita kasiterit

Thanks for visiting the blog, If any criticism and suggestions please leave a comment

0 komentar:

Posting Komentar